Minggu, 12 November 2017

Lab.0.39 konfigurasi Dynamic Routing OSPF pada cisco [CCNA]

Selamat datang dan selamat belajar, jika kamu sudah mulai maka selesaikan.
kali ini kita masih bahas dinamic routing, dan kita akan bahas OSPF sebuah protocol routing yang multi-vendor deployment. protocol ini menggunakan algoritma link state dan menggunakan cost untuk menentukan jalur terbaiknya.  ada beberapa fitur dalam [ routing OSPF ] yaitu :
  • meminimalkan routing update traffic
  • allows scalability
  • support VLSM dan CIDR
  • terbagi menjadi area-area dan AS (Autonomous Systems)
  • unlimited next count
hmm, nih materi tentang OSPF,  sekarang ayo nge-LAB, berikut topology yang akan di kerjakan (download lab) :



Setting IP  pada setiap router

>>>> Router R_1

Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_1
R_1(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.248
R_1(config-if)#no sh
R_1(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.248
R_1(config-if)#no sh

>>>> router  R_2
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_2
R_2(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_2(config-if)#ip add 1.1.1.2 255.255.255.248
R_2(config-if)#no sh
R_2(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_2(config-if)#ip add 2.2.2.1 255.255.255.248
R_2(config-if)#no sh


>>>> Router R_3
Router>en
Router#conf t
R_3(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_3(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.248
R_3(config-if)#no sh

R_3(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_3(config-if)#ip add 3.3.3.1 255.255.255.248
R_3(config-if)#no sh

>>>> Router R_4
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_4
R_4(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_4(config-if)#ip add 3.3.3.2 255.255.255.248
R_4(config-if)#no sh
R_4(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_4(config-if)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.248
R_4(config-if)#no sh

Konfigurasi IP pada Laptop 1 dan 2

 >>>>laptop 1
 ip address = 10.10.10.2
 netmask    = 255.255.255.252
 gateway    = 10.10.10.1 


 >>>>laptop 1
 ip address = 30.30.30.2
 netmask    = 255.255.255.252
 gateway    = 30.30.30.1



Konfigurasi Routing OSPF
Format : network [ip network] [wildcard] [area]

>>>> konfigurasi Router R_1

R_1(config)#router ospf 10
R_1(config-router)#network 10.10.10.0 0.0.0.7 area 0
R_1(config-router)#network 1.1.1.0 0.0.0.7 area 0

>>>> Konfigurasi Router R_2
R_2(config)#router ospf 10
R_2(config-router)#network 1.1.1.0 0.0.0.7 area 0
R_2(config-router)#network 2.2.2.0 0.0.0.7 area 0
>>>> Konfigurasi Router R_3
R_3(config)#router ospf 10
R_3(config-router)#network 2.2.2.0 0.0.0.7 area 0
R_3(config-router)#network 3.3.3.0 0.0.0.7 area 0
>>>> Konfigurasi Router R_4
R_4(config)#router ospf 10
R_4(config-router)#network 3.3.3.0 0.0.0.7 area 0
R_4(config-router)#network 30.30.30.0 0.0.0.7 area 0

Melihat Table Routing :
sh ip route



 Pengujian, lakukan ping antara Laptop 1 dengan Laptop 2 :





demikian mengenai routing ospf satu area, semoga bermanfaat. jika ada masalah dengan lab di atas bisa komen". Thanks 😎



Share:

Protokol Routing OSPF (Open Shortest Path First)

PROTOKOL ROUTING OSPF

1.1. Routing Protokol Link-State
OSPF merupakan routing protocol berbasis link state, termasuk dalam interior Gateway Protocol (IGP). Menggunakan algoritma Dijkstra untuk menentukan jalur tercepat dan
terbaik pada jaringan (shortest path first). (unand.ac.id, 2014).
Link State adalah proses routing yang membangun topologi databasenya sendiri. Konsep dasar dari link state routing adalah setiap router menerima peta (map) dari router tetangga. (Govandap, 2015).

1.2. Wilayah/Area dalam OSPF
·           Backbone Area adalah area tempat bertemunya seluruh area-area lain yang ada dalam jaringan OSPF. Area ini sering ditandai dengan angka 0 atau disebut Area 0. Area ini dapat dilewati oleh semua tipe LSA kecuali LSA tipe 7 yang sudah pasti akan ditransfer menjadi LSA tipe 5 oleh ABR.
·      Standar Area merupakan area-area lain selain area 0 dan tanpa disertai dengan konfigurasi apapun. Maksudnya area ini tidak dimodifikasi macam-macam. Semua router yang ada dalam area ini akan mengetahui informasi Link State yang sama karena mereka semua akan saling membentuk adjacent dan saling bertukar informasi secara langsung.
·              Stub Area Istilah ini memang digunakan dalam jaringan OSPF untuk menjuluki sebuah area atau lebih yang letaknya berada paling ujung dan tidak ada cabang-cabangnya lagi. Stub area merupakan area tanpa jalan lain lagi untuk dapat menuju ke jaringan dengan segmen lain.
·           Totally Stub Area adalah stub area yang lebih diperketat lagi perbatasannya. Totally stub area tidak akan pernah menerima informasi routing apapun dari jaringan di luar jaringan mereka. Area ini akan memblokir LSA tipe 3, 4, dan 5 sehingga tidak ada informasi yang dapat masuk ke area ini. Area jenis ini juga sama dengan stub area, yaitu mengandalkan default route untuk dapat menjangkau dunia luar.
·         Not So Stubby Area (NSSA) Stub tetapi tidak terlalu stub, itu adalah arti harafiahnya dari area jenis ini. Maksudnya adalah sebuah stub area yang masih memiliki kemampuan spesial, tidak seperti stub area biasa. Kemampuan spesial ini adalah router ini masih tetap mendapatkan informasi routing namun tidak semuanya. (Rachmad, 2008).

1.3. Ukuran Metric dan Tetangga Batasan dekat OSPF
Ukuran/metric dan konvergensi OSPF
Konvergensi memiliki arti kondisi atau keadaan dimana Merupakan waktu yang digunakan untuk berbagi informasi melintasi network sehingga diperoleh jalur terbaiknya(best path).Semakin cepat time to converge maka akan semakin baik.Penggunaan periode update akan menyebabkan slower converge(lambatnya konvergensi).Bahkan dengan digunakannya beberapa teknologi seperti triggered update,konvergensi secara keseluruhan masih lebih lambat dibandingkan link state protokol routing. (routinginternet, 2011).D.Tetangga dan batasan dekat OSPF
Router lain yang berhubungan langsung atau yang berada di dalam satu jaringan dengan router OSPF tersebut disebut dengan neighbour router atau router tetangga. Router OSPF mempunyai sebuah mekanisme untuk dapat menemukan router tetangganya dan dapat membuka hubungan. Mekanisme tersebut disebut dengan istilah Hello protocol. (wordpress, 2015). (Tyas, 2016).

1.4. Cara Kerja OSPF

OSPF harus membentuk hubungan dulu dengan router tetangganya untuk dapat saling berkomunikasi seputar informasi routing. Untuk membentuk sebuah hubungan dengan router tetangganya, OSPF mengandalkan Hello protocol. Namun uniknya cara kerja Hello protocol pada OSPF berbeda-beda pada setiap jenis media. Ada beberapa jenis media yang dapat meneruskan informasi OSPF, masing-masing memiliki karakteristik sendiri.
Share:

Sabtu, 11 November 2017

Lab.0.38 Konfigurasi Dynamic Routing EIGRP [CCNA]


kembali lagi kita akan bahas routing, tapi kali ini kita akan bahas Dynamic Routing,  lebih khususnya Routing EIGRP (Enhaced Interior Gateway Routing Protocol).

 EIGRP adalah protokol routing yang termasuk proprietari cisco, karena hanya ada di device cisco, dan satu-satunya protokol routing yang punya fitur backup route, sehingga ketika terjadi perubahan network  router tidak harus mengulangi kalkulasi routing untuk menentukan jalurnya.
fitur EIGRP :

  • waktu convergence yang cepat
  • mendukung VLSM dan subnet-subnet discontiguous (tidak berurutan)
  • hanya mengirimkan update jika terjadi perubahan network 
  • load balancing dengan dua link atau lebih ke network tujuan dengan bandwidth yang berbeda.
  • pemilihan rute terbaik menggunakan metric
LAB. konfigruasi EIGRP (Download Lab)

berikut topologi yang akan kita praktikkan :

   
     Setting IP  pada setiap router 


>>>> Router R_1
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_1
R_1(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.248
R_1(config-if)#no sh
R_1(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_1(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.248
R_1(config-if)#no sh

>>>> router  R_2
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_2
R_2(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_2(config-if)#ip add 1.1.1.2 255.255.255.248
R_2(config-if)#no sh
R_2(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_2(config-if)#ip add 2.2.2.1 255.255.255.248
R_2(config-if)#no sh


>>>> Router R_3

Router>en
Router#conf t
R_3(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_3(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.248
R_3(config-if)#no sh

R_3(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_3(config-if)#ip add 3.3.3.1 255.255.255.248
R_3(config-if)#no sh

>>>> Router R_4
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_4
R_4(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_4(config-if)#ip add 3.3.3.2 255.255.255.248
R_4(config-if)#no sh
R_4(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_4(config-if)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.248

R_4(config-if)#no sh

 Setting IP  pada Laptop 1 dan 2

 >>>>laptop 1
 ip address = 10.10.10.2
 netmask    = 255.255.255.252
 gateway    = 10.10.10.1 

 >>>>laptop 1
 ip address = 30.30.30.2
 netmask    = 255.255.255.252
 gateway    = 30.30.30.1


Konfigurasi Routing EIGRP :

 >>>>konfigurasi Router R_1
R_1(config)#router eigrp 5
R_1(config-router)#network 10.10.10.0
R_1(config-router)#network 1.1.1.0


>>>> Konfigurasi Router R_2
R_2(config)#router eigrp 5
R_2(config-router)#network 1.1.1.0
R_2(config-router)#network 2.2.2.0

>>>> Konfigurasi Router R_3
R_3(config)#router eigrp 5
R_3(config-router)#network 2.2.2.0
R_3(config-router)#network 3.3.3.0

>>>> Konfigurasi Router R_4
R_4(config)#router eigrp 5
R_4(config-router)#network 3.3.3.0
R_4(config-router)#network 30.30.30.0

  
     Pengujian  :

pirng laptop 1 ke laptop 2 dan sebaliknya :



oke sob, enakkan pakai dynamic routing kan tinggal masukkan network selesai 😎.
jika ada kendala silahkan komen ... 

thanks
<miftahul huda>





Share:

Lab.0.37 konfigurasi Static Routing pada Cisco [CCNA]

Konfigurasi static routing

Routing static adalah routing yang jalurnya ditentukan oleh administrator jaringan, yaitu dengan parameter network tujuan netmask tujuan dan nexthop (gateway ).
Contoh :
Router(config)# ip route [network tujuan] [netmask tujuan] [next hop]

Setting IP  pada setiap router

>>>> Router R_1
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_1
R_1(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_1(config-if)#ip add 1.1.1.1 255.255.255.248
R_1(config-if)#no sh

>>>> router  R_2
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_2
R_2(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_2(config-if)#ip add 1.1.1.2 255.255.255.248
R_2(config-if)#no sh
R_2(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_2(config-if)#ip add 2.2.2.1 255.255.255.248
R_2(config-if)#no sh


>>>> Router R_3
Router>en
Router#conf t
R_3(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_3(config-if)#ip add 2.2.2.2 255.255.255.248
R_3(config-if)#no sh

R_3(config)#int gigabitEthernet 0/1
R_3(config-if)#ip add 3.3.3.1 255.255.255.248
R_3(config-if)#no sh
>>>> Router R_4
Router>en
Router#conf t
Router(config)#hostname R_4
R_4(config)#int gigabitEthernet 0/0
R_4(config-if)#ip add 3.3.3.2 255.255.255.248
R_4(config-if)#no sh

   Konfigurasi Routing Static :

>>>> Router R_1
R_1(config-if)#ip route 2.2.2.0 255.255.255.248 1.1.1.2
R_1(config)#ip route 3.3.3.0 255.255.255.248 1.1.1.2
>>>> Router R_2
R_2(config)#ip route 3.3.3.0 255.255.255.248 2.2.2.2
>>>> Router R_3
R_3(config)#ip route 1.1.1.0 255.255.255.248 2.2.2.1
>>>> Router R_4
R_4(config)#ip route 1.1.1.0 255.255.255.248 3.3.3.1
R_4(config)#ip route 2.2.2.0 255.255.255.248 3.3.3.1


Melihat table routing static :










Pengujian

R_4#ping 1.1.1.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/6/11 ms

R_4#ping 1.1.1.2

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 1.1.1.2, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/0/2 ms

R_4#ping 2.2.2.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 2.2.2.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/0/1 ms

R_4#ping 3.3.3.1

Type escape sequence to abort.
Sending 5, 100-byte ICMP Echos to 3.3.3.1, timeout is 2 seconds:
!!!!!
Success rate is 100 percent (5/5), round-trip min/avg/max = 0/0/1 ms


sekian dan jika ada kendala silahkan komen di bawah, dan selanjutnya kita akan bahas dynamic routing.


Share:

Lab.0.36 konfigurasi VLAN dan DHCP di switch layer 3 [CCNA]

Assalamu'alaikum sob, semoga tetap sehat dan semangat .....
kali ini kita akan praktik interVLAN dan setting DHCP server pada switch, tujuannya adalah agar antar vlan yang berbeda  network bisa saling terhubung dan memberi ip secara otomatis kepada client, topologinya sebagai berikut : (download lab)




buat topologi sesuai dengan yang tersedia, kemudian kita kan konfigurasi vlan terlebih dahulu, kita buat VLAN 10,20,30. dengan alokasi IP sebagai berikut :

VLAN 10 = 10.10.10.0 255.255.255.248
VLAN 20 = 20.20.20..0 255.255.255.248
VLAN 30 = 30.30.30.0 255.255.255.248

LANGKAH-LANGKAH :


>>>> membuat vlan 10,20,30
Switch>en
Switch#conf t
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name kantor
Switch(config-vlan)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name kelas
Switch(config)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name admin

>>>>> assign vlan ke port interfaces
Switch(config-vlan)#int range fa0/1-2
Switch(config-if-range)#switchport mode acces
Switch(config-if-range)#switchport acces vlan 10
Switch(config-if-range)#ex

Switch(config)#int range fa0/3-4
Switch(config-if-range)#switchport mode acces
Switch(config-if-range)#switchport acces vlan 20
Switch(config-if-range)#ex

Switch(config-vlan)#int range fa0/5-6
Switch(config-if-range)#switchport mode acces
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 30

>>>> memberi IP pada vlan
Switch(config-if-range)#int vlan 10
Switch(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.248

Switch(config-if)#int vlan 20
Switch(config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.248

Switch(config-if)#int vlan 30
Switch(config-if)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.248


 >>>> konfigurasi dhcp server 

ip dhcp pool kantor
network 10.10.10.0 255.255.248
default-router 10.10.10.1

ip dhcp pool kelas
network 20.20.20.0 255.255.255.248
default-routing  20.20.20.1

ip dhcp pool admin
network 30.30.30.0 255.255.255.248
default-routing 30.30.30.1


>>>> Melihat IP yang telah di berikan oleh Switch



>>>> routing agar antar vlan bisa saling terhubung
Switch(config-if)#ip routing

setelah membuat vlan dan DHCP setting ip pada komputer dan laptop client dengan opsi obtain(sebagai dhcp client)

kemudian coba tes ping antar jaringan yang ada di VLAN 10, 20, dan 30.




oke, sekian dari saya , jika ada kendala silahkan komen-komen...






Share: